Program Studi S1 Agribisnis Kampus Batang menyelenggarakan kuliah umum bertema “Pemupukan Berimbang di Era Pertanian Presisi dan Smart Farming” sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik pertanian modern yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari PT. Pupuk Indonesia, yaitu Fandi Kurniawan Widodo, yang memaparkan pentingnya penerapan pemupukan berimbang dalam sistem pertanian saat ini. Pemupukan berimbang ditekankan sebagai strategi pemberian unsur hara sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi tanah, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanpa menimbulkan degradasi lingkungan.
Dalam pemaparannya, narasumber juga menjelaskan bagaimana teknologi pertanian presisi, seperti uji tanah, pemetaan lahan, dan pemanfaatan data digital untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pemupukan. Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada pengurangan pemborosan input serta perlindungan kualitas tanah.
Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Responsible Consumption and Production yaitu pemupukan berimbang mendorong penggunaan pupuk secara tepat dosis, tepat waktu, dan tepat sasaran, sehingga meminimalkan pemborosan dan dampak negatif terhadap lingkungan, SDG 15: Life on Land tentang pengelolaan unsur hara yang tepat membantu menjaga kesuburan tanah, mencegah degradasi lahan, dan mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian dan SDG 17: Partnerships for the Goals berupa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri pupuk nasional menunjukkan pentingnya kemitraan dalam mendorong inovasi dan transformasi pertanian berkelanjutan.
Ketua Program Studi S1 Agribisnis Kampus Batang menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam proses pembelajaran. Mahasiswa agribisnis diharapkan mampu memahami bahwa pengelolaan input produksi bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan aspek ekonomi, lingkungan, dan kemitraan strategis.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari diskusi interaktif mengenai tantangan implementasi pertanian presisi di tingkat petani lokal, khususnya di wilayah Batang dan sekitarnya. Kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan perspektif praktis dan visioner dalam menghadapi dinamika sektor agribisnis ke depan.
S1 Agribisnis Kampus Batang menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta aktif mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan dan kolaborasi lintas sektor.