Tim dosen Program Studi Agribisnis Kampus Batang Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pembuatan Kokedama sebagai Usaha Kreatif” dan dilaksanakan di Dusun Cepoko RT 01 RW 02, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini melibatkan peran aktif warga setempat, terutama kelompok ibu rumah tangga. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik rumah tangga, khususnya sabut kelapa, agar dapat dimanfaatkan sebagai media tanam ramah lingkungan dalam bentuk kokedama.
Kokedama merupakan seni hortikultura yang berasal dari Jepang dan dikenal memiliki nilai estetika tinggi, sehingga banyak diminati sebagai elemen dekorasi baik di dalam maupun di luar ruangan. Melalui kegiatan pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada potensi ekonomi dari pengolahan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha kreatif.
Rangkaian kegiatan pengabdian meliputi beberapa tahapan, antara lain sosialisasi mengenai jenis serta potensi limbah organik lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kokedama, serta pelatihan teknis pembuatan kokedama mulai dari pemilihan dan pencampuran media tanam, pembentukan bola tanah, hingga teknik perawatan tanaman. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan praktik secara langsung oleh tim dosen agar mampu memproduksi kokedama secara mandiri.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dosen Program Studi Agribisnis Kampus Batang UNDIP yang diketuai oleh Nur Indah Cahyaningtyas, S.P., M.P., dengan anggota Migie Handayani, S.Pt., M.Si., Restie Novitaningrum, S.P., M.P., Levana Masitajasmin Putri, S.E., M.Si., dan Liska Simamora, S.P., M.Sc. Ketua tim menyampaikan bahwa melalui program ini diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam mengelola limbah organik secara kreatif, tetapi juga mampu mengembangkannya sebagai sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi tumbuhnya wirausaha kreatif berbasis lingkungan di tingkat desa.
Para peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan berharap agar pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka juga mengharapkan adanya pendampingan lanjutan untuk memperdalam keterampilan serta membuka wawasan terkait pengembangan ide usaha. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim pelaksana berharap dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang, khususnya dalam pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan kewirausahaan sosial yang berbasis pada potensi lokal desa.
